Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Olahraga    Kuliner    Film   
Streaming

Follow Me

Adzan Langgam Jawa

 
Lantunan merdu suara Adzan dengan gaya langgam Jawa.
RBTV sebagai salah satu saluran televisi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, setiap memasuki waktu Maghrib selalu memutar video ini.

Takbiran di Hari Tasyriq

Takbiran di Hari Tasyriq
 
Hari Tasyriq adalah hari ke 11-12-13 Dzulhijjah, memiliki arti bersinar. Mengenai penamaan hari tersebut dengan nama Tasyriq ulama memiliki banyak pendapat.

Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama bersabda:
ايام التشريق ايام اكل وشرب وذكر الله
"Hari tasyriq adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah" (HR Ahmad dan Muslim dari Nubaisyah)

Dari hadis ini ulama kita menyimpulkan:
- Hari tasyriq adalah hari untuk penyembelihan Qurban
- Larangan berpuasa di hari Tasyriq sebagaimana 2 hari raya
- Hari untuk bertakbir khususnya setelah salat fardhu

Mengumandangkan takbir dijelaskan dalam riwayat berikut, bahwa Rasulullah bertakbir di Arafah sejak salat Subuh hingga salat Ashar akhir hari Tasyriq" (HR al Baihaqi, dinilai oleh Ibnu Hajar sebagai riwayat dhaif jika disandarkan pada Nabi, namun sahih jika disandarkan kepasa sahabat Ali radhiya Allah anhu).

Takbiran sampai Ashar hari terakhir Tasyriq ini dikuatkan oleh Imam Nawawi. Sementara menurut Imam Rafi'i batas takbiran adalah Subuh dari hari Tasyriq yang terakhir. Dalam masalah ini berlaku kaidah madzhab kita (Syafiiyah), bahwa jika ada perbedaan antara Imam Nawawi dan Imam Rafii, maka pendapat Imam Nawawi yang didahulukan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.....

Dialog Rukyat Dan Hisab

 
Oleh: Ustadz Ma'ruf Khozin*

Anti Rukyat: “Gimana, sekarang zaman sudah modern, pakai ilmu Hisab dong, sudah tidak perlu Rukyat, ketinggalan zaman”

Pengamal Rukyat: “Gini, Rasulullah sudah jelas memerintahkan pakai rukyat, tidak ada satupun hadis yang memerintahkan Hisab. Kalau soal modern atau tidak, kamu saja yang ketinggalan informasi. Ini buktinya:
الشَّافِعِيَّةُ قَالُوْا : يُعْتَبَرُ قَوْلُ الْمُنَجِّمِ فِي حَقِّ نَفْسِهِ وَحَقِّ مَنْ صَدَّقَهُ وَلَا يَجِبُ الصَّوْمُ عَلَى عُمُوْمِ النَّاسِ بِقَوْلِهِ عَلَى الرَّاجِحِ (الفقه على المذاهب الأربعة - ج 1 / ص 873)
“Syafiiyah berkata: Pendapat ahli hisab dapat diterima bagi dirinya sendiri dan orang yang percaya padanya. Orang lain tidak wajib puasa, berdasarkan pendapat yang kuat” (Madzahib al-Arba’ah 1/873)


Anti Rukyat: “wah, wah.... berarti yang memperbolehkan pakai Hisab itu madzhab Syafii ya, berarti kami sebenarnya bermadzhab Syafiiyah, padahal kata pimpinan kami selalu kembali ke Quran-Hadis. Ada gak bukti lain kalau Hisab itu sudah lama diterapkan dalam madzhab Syafiiyah?”

Pengamal Rukyat: “Ada. Anda tentu pernah dengar imam al-Subki yang hidup tahun 727-771 H (1327-1370 M, padahal sekarang sudah tahun 2000-an). Beliau termasuk ulama Syafiiyah yang mempertimbangkan ilmu Hisab dalam masalah rukyat:
إعانة الطالبين - (ج 2 / ص 243)
(فَرْعٌ) لَوْ شَهِدَ بِرُؤْيَةِ الْهِلَالِ وَاحِدٌ أَوِ اثْنَانِ وَاقْتَضَى الْحِسَابُ عَدَمَ إِمْكَانِ رُؤْيَتِهِ. قَالَ السُّبْكِي: لَا تُقْبَلُ هَذِهِ الشَّهَادَةُ، لِاَنَّ الْحِسَابَ قَطْعِيٌّ وَالشَّهَادَةَ ظَنِّيَّةٌ، وَالظَّنُّ لَا يُعَارِضُ الْقَطْعَ. وَأَطَالَ فِي بَيَانِ رَدِّ هَذِهِ الشَّهَادَةِ، وَالْمُعْتَمَدُ قَبُوْلُهَا، إِذْ لَا عِبْرَةَ بِقَوْلِ الْحِسَابِ. اهـ.
“Jika ada satu atau dua orang mengaku telah melihat hilal, padahal secara ilmu Hisab tidak mungkin dirukyat, maka menurut Imam Subki kesaksiannya tidak dapat diterima. Sebab Hisab adalah hitungan pasti dan kesaksian adalah praduga, maka praduga tidak bisa mengalahkan yang pasti. Beliau panjang lebar dalam menolak kesaksian ini. Namun pendapat yang kuat bahwa kesaksian itu diterima. Sebab ilmu Hisab tidak diperhitungkan dalam rukyat (I’anat al-Thalibin, 2/243)”

Anti Rukyat: “Ya, saya percaya sekarang. Tapi kan rukyat itu dikarenakan dulu tidak ada ilmu canggih. Ibaratnya dulu Nabi haji pakai onta, sekarang zaman pesawat. Dulu Nabi pakai Rukyat karena tidak ada Hisab”

Pengamal Rukyat: “Anda lagi-lagi tidak mendalam dalam belajar ilmu Falak dan Hisab. Anda tahu siapa yang pertama kali menemukan ilmu ini? Dalam Mukaddimah Kitab kecil ‘Sullam al-Nayyirain’ saja dijelaskan bahwa penemu pertama ilmu ini adalah Nabi Idris. Jadi ilmu ini sudah kuno sekali. Anda saja merasa paling sok maju. Bagi kami yang melakukan Rukyat sudah pasti semuanya ahli di bidang Hisab. Sebab bagaimana mungkin melakukan Rukyat tanpa ilmu Hisab?”

Soal onta dan rukyat jelas tidak sama. Dalam ibadah haji, para ulama ketika menafsiri ‘Bagi Yang Mampu’ adalah dengan redaksi الزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ (mampu secara perbekalan dan transportasi). Jadi disana tidak menyebut onta secara baku, boleh jadi kapal laut, bis, pesawat atau yang lain. Berbeda dalam masalah Rukyat ini. Perintahnya jelas, obyeknya juga jelas. Gimana?”

Anti Rukyat: “Ya, saya tambah mantab untuk tidak menyalahkan Kaum Muslimin yang memakai Rukyat”

Habib Novel Al Aydrus - Haul Akbar Ngroto 2015


Mauidhoh Khasanah oleh Al Habib Novel Bin Muhammad Al Aydrus Solo pada Haul Akbar Ngroto 2015 - Ba'da Mulud 1436 H ( Rabu-Kamis 11-12 Februari 2015 / 21-22 Robiul Akhir 1436 H ).
Mauidhoh khasanah yang disampaikan oleh Al Habib Novel Bin Muhammad Al Aydrus dalam rangkaian Haul Akbar Ngroto 2015, Kamis pagi, 12 Februari 2015 di Komplek Makbaroh Syaikh Abdurrahman Ganjur / halaman Musholla Miftahul Huda Ngroto, Gubug, Grobogan, Jawa Tengah.
Klik kanan -> Save As untuk DOWNLOAD MP3
Klik DISINI untuk melihat Dokumentasi Haul Akbar Ngroto 2015.

Habib Umar Muthohar - Haul Akbar Ngroto 2015

Mauidhoh Khasanah oleh Al Habib Umar Muthohar Semarang pada Haul Akbar Ngroto 2015 - Ba'da Mulud 1436 H ( Rabu-Kamis 11-12 Februari 2015 / 21-22 Robiul Akhir 1436 H ).
Mauidhoh khasanah kedua setelah mauidhoh yang pertama disampaikan oleh Gus Reza Imam Yahya dalam rangkaian Haul Akbar Ngroto 2015, Rabu malam Kamis, 11 Februari 2015 di Masjid Jami' Sirodjuddin Ngroto, Gubug, Grobogan, Jawa Tengah.
Klik kanan -> Save As untuk DOWNLOAD MP3
Klik DISINI untuk melihat Dokumentasi Haul Akbar Ngroto 2015.

Gus Reza Imam Yahya - Haul Akbar Ngroto 2015


Mauidhoh Khasanah oleh K.H Agus Reza Ahmad Zahid (Gus Reza Imam Yahya) Bin K.H Imam Yahya Mahrus Lirboyo pada Haul Akbar Ngroto 2015 - Ba'da Mulud 1436 H ( Rabu-Kamis 11-12 Februari 2015 / 21-22 Robiul Akhir 1436 H ).
Mauidhoh khasanah pertama dalam rangkaian Haul Akbar Ngroto 2015, Rabu malam Kamis, 11 Februari 2015 di Masjid Jami' Sirodjuddin Ngroto, Gubug, Grobogan, Jawa Tengah.
Klik kanan-> Save As untuk DOWNLOAD MP3
Klik DISINI untuk melihat Dokumentasi Haul Akbar Ngroto 2015.


New Launching MajelisTaklim.com

 
NEW LAUNCHING 
Bismillaah...wal hamdulillaah...wash sholatu was salamu 'ala Rasulillah wa 'ala Alihi wa Shohbihi ajma'in...

Telah selesai pembuatan website dakwah Islam yang berisi AUDIO MP3 TAKLIM / CERAMAH / KAJIAN ISLAM AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH dari berbagai ulama, habaib, kyai, ustadz, dengan berbagai tema kajian dan pembahasan, serta bersumber dari kajian kitab-kitab ulama salaf yang sunni asy'ary syafii.
Saat ini sudah terkumpul hampir 1.500 mp3 audio kajian. Silahkan disimak dan download GRATIS, serta boleh disebar ulang tanpa izin.
Silahkan buka: www.MajelisTaklim.com.

Bagi Ulama, Habaib, Kyai, Ustadz yang bersedia kajiannya dimasukkan di website, silahkan hubungi saya.
Alfaqir,
Hasan Achmad Haddad
082140125350

SUPPORTED BY ASWAJA IT DEVELOPER: WWW.ASWAJACENTER.COM.

Bingung Pilih Sekolah? Pilih Saja Madrasah !!!


Madrasah Pilihannya!!!
Baru-baru ini sebuah akun di youtube dengan nama Kementerian Agama   memposting video pendek mengenai Madrasah.
Berikut adalah deskripsi video yang di publikasikan pada tanggal 04 Agustus 2015,  
Jika masih ada masyarakat yang mengganggap bahwa madrasah adalah pendidikan kelas dua atau hanya sekedar pembuangan anak yang tidak berhasil masuk sekolah. Itu jelas paradigma yang salah.

Madrasah merupakan pendidikan umum dan setara dengan sekolah yang diselenggarakan Dinas Pendidikan di Nusantara ini. Ijazah yang dikeluarkan oleh madrasah setara dengan ijazah yang dikeluarkan sekolah dan dapat digunakan untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kurikulum pendidikan umum yang diajarkan di madrasah persis sama dengan yang diajarkan di sekolah. Bahkan pendidikan di madrasah, siswa diberikan pendidikan agam lebih banyak di bandingkan sekolah. Sehingga anak dapat mengenal agama lebih mendalam sebagai bekal kehidupan kelak.

Dengan pembinaan yang berkarakter dan berbekal ilmu, iman dan amal, kini telah banyak siswa madrasah memiliki kualitas dan prestasi yang tidak kalah dengan siswa sekolah. Berbagai ajang nasional menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di berbagai ajang nasional bahkan internasional.

Kini orangtua tak perlu khawatirkan anaknya untuk menempuh pendidikan di Madrasah.

Madrasah Lebih Baik dan Lebih Baik Madrasah

Di Desa Ngroto, Gubug, Grobogan terdapat Madrasah yang di kelola oleh dua Yayasan:

- Yayasan Sosial & Pendidikan Islam Abdurrahman Ganjur / Yayasan Pejuang Islam Abdurrahman Ganjur / YASPIA ( Jenjang Madrasah: RA, MADIN, MTs, MA ) dan
- Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Utsmaniyyah/YPIPPU ( Jenjang Madrasah: MADIN, MTs, MA ) 

Ponpes Ngroto, Jadi Jujukan Banyak Orang



 Pada tanggal 24 Juni 2015, harian umum Suara Merdeka versi cetak dan versi online memuat tulisan tentang salah satu Pondok Pesantren yang ada di Desa Ngroto, Gubug, Grobogan, Jawa Tengah.

 Berikut ini adalah tulisan yang termuat dalam SM versi online.

 ================================================
Profil Pondok Pesantren Salaf Putra Putri Miftahul Huda (PPMH) terletak di Jalan Kauman no. 10 A Ngroto,Gubug, Kabupaten Grobogan. Meski jauh dari perkotaan dan hiruk pikuk lalu lintas jalan raya, tetapi pondok ini menjadi jujukan banyak orang.

Karena selain sebagai pusat ngaji para santri, Ngroto juga menjadi pusat Majelis Al-Hidmah. PPMH menjadi salah satu tempat dilaksanakan kegiatan Gerakan Santri Menulis Sarasehan Jurnalistik Ramadan Suara Merdeka.

Nama Pondok Ngroto lebih popular di masyarakat ketimbang nama aslinya Miftahul Huda. Berdiri pada 1975 oleh Kiai Irsyad berada di sebelah selatan masjid Sirojuddin berupa dua bangunan rumah panggung. Pada tahun 1980 PP Assalafi Miftahul Huda pindah berubah menjadi nama ponpes Ustmaniyah karena pada tahun tersebut KH Masduri putra dari Kiai Irsyad ingin “Ngalap Berkah” dari gurunya yaitu Hadaratusyeh Kiai Muhammad Utsman al Ishaqi ra (Ayah Hadaratussyeh KH Ahmad Asrori al Ishaqy ra). Dengan perkembangan Thoriqoh Qodiriyah Wanaqsabandiyah, banyak masyarakat Ngroto pada khususnya belum mengerti atas keberadaan thoriqoh tersebut, maka pada tahun 1980 Kiai Masduri mendirikan zahwiyah untuk tawajuhah para jama’ah thoriqoh masa itu.

Pada 1984 Kiai Munir Abdullah pulang dari menuntut ilmu di pondok pesantren Darur Ubudiyah Roudhotul Muta’alimin yang diasuh oleh Hadaratussyeh KH Muhammad Utsman al Ishaqi ra. Tahun 1990 pondok yang keberadaan di selatan masjid dipindah satu panggung di utara masjid asuhan oleh KH. Masduri. Serta satu panggung di utara makam simbah Abdurrahman Ganjur yg di asuh oleh KH Munir Abdullah.

Bangunan pondok dipindah karena tanahnya terkikis oleh arus sungai Tuntang yang selalu bertambah melebar tiap tahunnya sehingga menjadikan tanah sekitar pondok longsor. Pada tahun 1990–2002 santri berjumlah 40 orang pada tiap tahunnya dan mayoritas santri tersebut adalah masyarakat kampung Ngroto sendiri.

Hingga pada tahun 2008 KH Masduri wafat dan yayasan Ustmaniyah diserahkan kepada putranya yaitu KH. M Fathul Rosyad dan barulah pada tahun tersebut KH. Munir Abdullah memulai mendirikan/menghidupkan lagi Pondok Pesantren Assalafi Miftahul Huda. Serta secara insfratruktur dan logistik banyak perkembangan di dalamnya baik dalam segi bangunan dan bertambahnya santri yang datang dari luar daerah. Hingga kini tercatat 480 santri putra-putri yang mukim di pesantren itu.

Visi Pondok Pesantren Assalafi Miftahul Huda yaitu menanamkan akhlaqul karimah atau budi pekerti yang mulia sejak dini sebagai bekal hidup dan kehidupan putra-putri dalam melanjutkan perjuangan salafus sholeh. Untuk melestarikan dan
mengembangkan suri tauladan, bimbingan dan tuntunan dalam perjuangan dan hidup serta kehidupan yang penuh akhlaqul karimah.

Menurut Kiai Munir Abdullah, misi pesantren Miftahul Huda adalah menyelenggarakan pengajaran/pendidikan formal atau nonformal yang berorientasi pada kelestarian dan pengembangan suri tauladan, bimbingan dan tuntunan dalam perjuangan dan hidup. Serta kehidupan yang penuh akhlaqul karimah.

Mempertahankan nilai-nilai salafusholeh, mengambil nilai-nilai baru yang positif, lebih maslahah dalam hidup dan kehidupan, beragama dan bermasyarakat. Membentuk pola pikir santri yang kritis, logis, obyektif, yang berlandaskan
kejujuran dan akhlaqul karimah.

Memberikan bekal keterampilan hidup, membangun jiwa santri yang mempunyai semangat hidup tinggi dan mandiri serta mampu menghadapi tantangan perubahan zaman. Secara global kegiatan-kegiatan yang ada di Pondok Pesantren  Assalafi Miftahul Huda ada tiga.

Pertama bersifat Syiar. Kedua: wadlifah. Ketiga; pendidikan. Syiar meliputi  manaqib dan maulid, pengajian kamisan, Manaqib malam 17-an bulan Qomariyah, haul, majelis dzikir, dan maulidurrasul saw. Wadlifah merupakan kegiatan yang bersifat berangkat(kegiatan yang bersangkutan langsung dengan Allah SWT,  baginda Muhammad SAW, Sultonul Aulia’ Syeh Abdul Qodir al Jaelany ra dan Hadaratussyeh KH Ahmad Asrori al Ishaqy ra. Selain itu, berguna untuk menanamkan dan melatih tanggungjawab dan kejujuran hati kepada Allah SWT.

PP Miftahul Huda (PPMH) memiliki asrama santri yaitu dua komplek asrama putra, tiga komplek asrama putri, serta sejumlah gedung lain yaitu satu musholla, kantor, perpustakaan, aula, dapur/kantin, dan sejumlah kamar mandi. Selain belajar di pondok pesantren, sebagian besar santri juga mengikuti pendidikan formal di luar pesantren, dari mulai tingkat SD, MTS, SMK/MA hingga Perguruan Tinggi.

Bahkan, tidak sedikit santri yang telah menyelesaikan S1-nya di universitas-universitas di daerah sekitar Pondok Pesantren. Setiap malam 17 Qomariyah, di PPMH juga diadakan pengajian dan mujahadah yang diikuti oleh masyarakat luas. Adapun isi mujahadah tersebut adalah istighotsah, manaqib, dan maulid.

Jauh ke depan diharapkan PPMH mampu berkembang lebih baik dari segi fisik ataupun perannya bagi agama, masyarakat, dan negara. Selain sistem pendidikan berbasis salaf yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Assalafi Miftahul Huda sebagai metode pembelajaran, Pondok Pesantren Assalafi Miftahul Huda juga berusaha mengembangkan pendidikan berbasis pengembangan kreativitas, intelektualitas, spiritualitas, dan bakat minat santri. Pendidikan ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperluas khazanah santri dalam menggali ilmu pengetahuan.
(Agus Fathudin/ CN40/ SM Network)

LOMBA VIDEO KREATIF LAGU "PESONA GROBOGAN"

LOMBA VIDEO KREATIF LAGU"PESONA GROBOGAN"

Cara ikutan lomba:
1.Video berdurasi 3 menit
2.Gagasan video grup, solo, dan tidakterbatas untuk orang yang diikutsertakan dalam video.
3.Lagu bisa diubah genrenya, misalnya dangdut, regge, rock dan sebagainya.
4.Lirik lagu harus sesuai aslinya. Klik disini untuk lirik lagu Pesona Grobogan.
5.Video diserahkan ke panitia atau dikirim ke email Wisata Grobogan diwisatagrobogan86@gmail.com atau melalui WA di 085213379967
6.Pengiriman video paling lambat tanggal 9 Juli 2015
7.Peserta akan disaring panitia kemudian video akan dishare ke fans page Wisata Grobogan
8.Penentuan juara ditentukan jumlah like para facebooker.
9.Katagori juara adalah Juara Terunik, Terheboh, dan Terkreatif yang ditentukan panitia

Hadiah dan Penghargaan
1.Juara utama mendapatkan Rp 500.000,00 + Piala + Piagam (untukModel Video Clip)
2.Juara Terunik mendapatkan Rp 250.000,00 + Piagam + Merchandise
3.Juara Terheboh mendapatkan Rp 250.000,00 + Piagam + Merchandise
4.Juara Terkreatif mendapatkan Rp 250.000 + Piagam + Merchandise

Contact Person
1.Iyant 085213379967,
2.Hedi 089670357112
3.Deni kriting 085742294148

Lirik Lagu Pesona Grobogan Karya Organic Band
*.Pagi yang cerah sambut indahnya mentari.
*.Memandang langit menuju wisata kotaku
*.Menjadi satu hadapi halang rintangan
*.Tak peduli begitu terjal yang dihadapi
*.Mari kita bersatu,
*.Tinggalkan egomu
*.Bulatkan tekadmu
*.Wujudkan visi dan misimu
*.Hembusan angin yang berbisik
*.Katakan semua pesonamu
*.Seakan menampar diriku
*.Tunjukkan indah alammu
*.Gemercik air yang mengalir
*.Menyapa damai di tubuhku
*.Membuka mata dan hatiku
*.Bahwa kau groboganku

Ungkapan Cinta Ala El Meddica #1


Kumpulan individu dari bermacam latar belakang profesi di FK UII yang mencoba bersama-sama belajar mencintai Alloh & Rasululloh Muhammad S.A.W melalui kesenian musik.
Kata El Medica berakar dari bahasa latin/Spanyol yang menurut KBBI mempunyai makna  medis/me·dis/ /médis/ a termasuk atau berhubungan dng bidang kedokteran.

- Jadwal Majlis / latihan rutin:  Setiap Senin sore ( ba'da ashar ) di Selasar utama Gedung Lab. Terpadu FK UII Jl. Kaliurang 14,5 Sleman, Yogyakarta.
Sekilas Profil El Meddica #1
oleh Cak Kojek

El Meddica mulai terbentuk pada tanggal 17 April 2015 ditandai dengan tampil dihadapan para anak panti asuhan Al Ghifari Pelem, Turi di daerah kaki Gunung Merapi dalam rangkaian acara perpisahan mahasiswa FK UII angkatan 2011. Sebelumnya sudah beberapa kali melakukan proses latihan selama kurang lebih satu setengah bulan.

Lahir dari lingkungan Akademik Fakultas Kedokteran UII. Sebuah upaya merepresentasikan yang disebut Rahmatan Lil 'Alamin kemudian menggandeng berbagai elemen yang ada di kampus. Pada perjalannya melibatkan adanya Dosen, Karyawan ( Staff, Cleaning Servive, Satpam, Juru Parkir dll ) dan Mahasiswa untuk lebur dalam wadah El Meddica.

El Meddica lahir atas inisiatif orang-orang yang mencintai Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang gatel ingin mengekspresikan cintanya tersebut. Berbekal niat tulus akhirnya terbentuklah group hadroh. Benar-benar dimulai dari minus nol mulai belajar menabuh terbang. Salah satu prinsip awalnya, daripada nggebrak meja karena kesal mending ngeplaki terbang, rasa kesal tersalurkan menjadi lantunan cinta kepada Sang Kekasih.

Kata El Meddica berawal dari kata El Medica yang berakar dari bahasa latin/Spanyol, menurut KBBI mempunyai makna  medis/me·dis/ /médis/ a termasuk atau berhubungan dengan bidang kedokteran.
El Meddica sendiri mempunyai makna filosofis bahwa El : Alloh ( Alhamdulillah ) ; Med: Muhammad; Dica (Dika) : Di hati Kami. Sebuah upaya untuk mempertahankan posisioning diri agar selalu ingat dalam koridor " Eling Lan Waspodo " kepada Alloh dan RosulNya. Terdiri dari sembilan huruf, sebagai penghormatan kepada para Walisongo yang telah berjasa mengenalkan nilai-nilai Islam kepada umat Islam Nusantara.
Penekanan huruf D (double DD) pada El Meddica mencoba meniru pada kata Alloh yang ada double " L" dan pada kata Muhammad yang terdapat double " M ", tujuannya agar dalam proses perjalan kedepan nanti selalu ditemani, dituntun dan berada dibawah naungan cinta Alloh dan Muhammad.

Dengan keberadaan El Meddica mudah-mudahan mampu ikut menebar kebaikan dalam bingkai Rahmatan Lil 'Alamin. Menjadi berkah bagi siapapun dan apapun. Menjadi manfaat dan maslahat bagi setiap yang bersinggungan dengan El Meddica.

 
Copyright © 2015 CahNgroto.NET. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger