Download Qoshidah PPMH

Free Download/Play Sholawat, Qoshidah, Nasyid dari Santri PPMH Ngroto

Sekilas Ngroto Gubug Grobogan

sedikit kumpulan tulisan yang semoga bisa memberikan informasi bagi yang membutuhkan.

Siar Simbah Ganjur dan Kiai Sirodjudin

TERDAPATNYA bangunan masjid kuno dan makam Syaikh Abdurrahman Ganjur Godho Mustoko Ngroto, Gubug, Grobogan menjadi salah satu bukti nilai sejarah siar agama Islam di Grobogan.

Kenangan Gus Dur Untuk Syaikh Abdurrahman Ganjur

Abdurrahman Wahid selama era lengser: kumpulan kolom dan artikel By Abdurrahman Wahid, Indonesia. President (1999-2001 : Wahid), LKiS

Daftar Pondok Pesantren Ngroto

Direktori Pondok Pesantren Provinsi Jawa Tengah tahun 2008/2009 yang dikeluarkan oleh Bagian Perencanaan dan Data Setdirjen Pendidikan Islam Pendidikan Agama R.I.

Wednesday, February 23, 2011

HAUL AKBAR NGROTO 2011

Bulan Robiul Akhir atau kami di Ngroto biasa menyebut Wulan Ba'do Mulud menjadi salah satu bulan yang sering dinanti. Sebagian warga Ngroto yang merantau di berbagai tempat, biasanya akan menyempatkan diri pulang ke kampung halaman mereka. Selain untuk berkumpul dan bersilarurahmi bersama keluarga, mudik mereka juga dalam rangka mengikuti rangkaian acara rutin Haul Akbar tahunan yang sudah berpuluh tahun diadakan di Ngroto.
Ribuan jama'ah datang dari berbagai daerah untuk mengikuti haul akbar Sayyid Abdurrahman Ganjur dan Simbah Sirajuddin. Kegiatan haul biasanya juga diikuti oleh para tokoh agama & tokoh pemerintahan. Tahun 2010, di koran harian Suara Merdeka diberitakan lebih dari 30 ribu jamaah Al Khidmah memadati area Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Ngroto. Kegiatan itu juga dihadiri Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini, Bupati Grobogan H Bambang Pudjiono, jajaran Muspida dan Muspika setempat.
Tampak hadir pula beberapa Habaib & Kiyai, Habib Thohir Tegal, Romo K.H Fathul Arifin Al-Ishaqi ( Kakak Alm Romo K.H Asrori Al-ishaqi * maaf klo salah penyebutan* beserta rombongan), Bapak H. Abdul Kadir karding , S.Pi. Anggota A-155 DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa/Ketua DPP PKB dan lain-lain.

Berdasarkan release dari panitia, untuk haul akbar 2011 insya'alloh akan dihadiri oleh para Habaib seluruh Semarang & Pekalongan serta Menteri Agama RI.

-----------------------------------------------

Majlis Dzikir,Maulidurrasul & Haul Akbar Ngroto 2011

Dengan mengharap Ridho dan Maghfiroh dari Allah SWT serta Syafa’at Nabi Muhammad SAW dan Barokah dari para Auliyaillah Wal Ulama’ Billah Wal Masyayikh Fillah Wa Ibadillahissholihin.
Mengharap dengan hormat kehadiran para Habaib/ Masyayikh/ Bapak/ Ibu/ Sdr/i dalam Majlis Dzikir,Maulidurrasul, Haul Akbar Ngroto , mendoakan para Masyayikh, mendoakan kedua orangtua kita, dan mendoakan arwah para muslimin-muslimat, mukminin-mukminat dimanapun mereka berada. yang akan diselenggarakan besok pada :

Hari/ tanggal : Rabu-Kamis 23-24 Maret 2011
Waktu : Rabu 18.00 s/d Selesai (Ba'da Maghrib)-Kamis 06.00 s/d Selesai
Tempat :
Rabu: Masjid Jami' Sirodjuddin Ngroto
Kamis: Kompleks Makam Sayyid Abdurrahman Ganjur/Musholla PonPes Miftahul Huda
(KH. Munir Abdulloh) Ngroto, kec. Gubug, kab. Grobogan

Diharap kerawuhannya beserta rombongannya
Atas kerawuhannya kami haturkan Jazakumullohu Ahsanal Jaza’
Semoga senantiasa mendapatkan Ridlo Allah SWT,
Amin Amin Ya Robbal ‘Alamin.

SEGENAP JAMA’AH ALKHIDMAH
NGROTO GUBUG GROBOGAN

* Untuk rombongan dari luar kota, disediakan maktab untuk menginap dll.
info lebih lanjut:
CP: 085865138551

Bagi yang ada kesempatan,dipun sumanggaaken untuk ikut menghadiri dan menjadi bagian dari ribuan manusia yang senantiasa melafadzkan kalimah Alloh.
Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang "dekat" dengan Alloh.

" Ngroto Welcomes You "

http://www.facebook.com/pages/NGROTO-GUBUG-GROBOGAN/123455057678898
http://www.facebook.com/event.php?eid=196771293667060

Jalur Lokasi:
Dari arah Semarang :
- Semarang - Mranggen - Karangawen - Tegowanu - Gubug - Pertigaan Pilang wetan ke kanan - Jeketro - Ngroto ( +/- 30 km)

Dari arah Purwodadi :
- Purwodadi - Penawangan - Godong - Dempet/Kebun Agung/Mrapen- Pertigaan Pilang Wetan ke kiri - Jeketro - Ngroto (+/- 30 km)
- Purwodadi - Penawangan - Guyangan - Truko - Jeketro - Ngroto (Alternatif) ( +/- 25 km)

Dari arah Demak :
- Demak - Godong - Dempet/Kebun Agung/Mrapen- Pertigaan Pilang Wetan ke kiri - Jeketro - Ngroto
- Demak - Dempet/Kebun Agung/Mrapen- Pertigaan Pilang Wetan ke kiri - Jeketro - Ngroto

Dari arah Salatiga :
- Salatiga - Pabelan - Beringin - Kedung Jati - Gubug - Pertigaan Pilang wetan ke kanan - Jeketro - Ngroto ( +/- 30 km)
- Pertigaan Tuntang ( Timur Jembatan Stasiun Tuntang) - Beringin - Kedung Jati - Gubug - Pertigaan Pilang wetan ke kanan - Jeketro - Ngroto ( +/- 30 km)
-------------------------
Alternatif:
- Gubug - Bolampong - Papanrejo - Ngroto (+/- 4 km)
- Gubug - Sili (Gerdu Sili) - Ploso - Kuniran - Ngroto (+/- 5 km)
-------------------------

Thursday, February 17, 2011

Majlis Pitulasan Al Khidmah Ngroto (Robi'ul Awwal/Mulud)


Acara rutin Pitulasan untuk bulan Robi'ul Awwal/Mulud akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Februari 2011.
Seperti rangkaian rutin sebelumnya, Sabtu pagi sampai selesai akan diisi dengan Khotmil Qur'an 30 juz, dilanjutkan dengan rangkaian acara lainnya yang akan dimulai setelah jama'ah Sholat Maghrib.
-------------
Wujudkan rasa cintamu terhadap Rasulullah SAW, dan para Auliya Allah, dan sebagai wahana kirim do'a kepada kedua orang tua kita dan masyarakat pendahulu kita, dengan menghadiri Majlis Pitulasan Jamaah Alkhidmah Ngroto.

Majlis Dzikir,Maulidurrasul & Manaqib

Dengan mengharap Ridho dan Maghfiroh dari Allah SWT serta Syafa’at Nabi Muhammad SAW dan Barokah dari para Auliyaillah Wal Ulama’ Billah Wal Masyayikh Fillah Wa Ibadillahissholihin.
Mengharap dengan hormat kehadiran para Habaib/ Masyayikh/ Bapak/ Ibu/ Sdr/i dalam Majlis Manaqib 17an (Pitulasan) , mendoakan para Masyayikh, mendoakan kedua orangtua kita, dan mendoakan arwah para muslimin-muslimat, mukminin-mukminat dimanapun mereka berada. yang akan diselenggarakan besok pada :

Hari/ tanggal : Sabtu, 19 Februari 2011
Waktu : 18.00 s/d Selesai (Ba'da Maghrib)
Tempat : Musholla PonPes Miftahul Huda (KH. Munir Abdulloh) Ngroto, kec. Gubug, kab. Grobogan

Diharap kerawuhannya beserta rombongannya
Atas kerawuhannya kami haturkan Jazakumullohu Ahsanal Jaza’
Semoga senantiasa mendapatkan Ridlo Allah SWT,
Amin Amin Ya Robbal ‘Alamin.

SEGENAP JAMA’AH ALKHIDMAH
NGROTO GUBUG GROBOGAN

CP:085865138551




Bagi yang ada kesempatan,dipun sumanggaaken untuk ikut menghadiri dan menjadi bagian dari ribuan manusia yang senantiasa melafadzkan kalimah Alloh.
Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang "dekat" dengan Alloh.

" Ngroto Welcomes You "

http://www.facebook.com/pages/NGROTO-GUBUG-GROBOGAN/123455057678898

Sunday, February 13, 2011

Sewelasan Al Khidmah Jawa Tengah


Jadwal Sewelasan Al Khidmah JaTeng berdasarkan release dari Radio Rasika FM akan mengalami sedikit perubahan tanggal pelaksanaan. Sewelasan yang biasanya rutin diadakan setiap tanggal sebelas bulan qomariah ini mengalami perubahan karena satu dan lain hal. Salah satunya berbarengan dengan acara di PP Al Fithrah Kedinding Surabaya.
Untuk segenap Jama'ah Al Khidmah Ngroto & sekitar yang belum mengetahui informasi tersebut, dimohon untuk menyesuaikan sesuai dengan release yang telah diinformasikan.
Manaqib Sewelasan Al Khidmah Jawa Tengah. Selasa malam Rabu, 15 Februari, di Pondok Pesantren Al Fitrah Meteseh Semarang. Acara akan dimulai solat maghrib berjamaah.
Sumber: Rasika FM

Thursday, February 10, 2011

Melepas Mimpi di Langgar Kali




"Gubrak"...suara itu sejenak membangunkan lamunanku. Tampak samar-samar dikejauhan, seorang lelaki tua mulai menata posisi sepeda onthel yang sempat ambruk karena tidak kuat menahan beban tumpukan karung penuh padi basah. Satu persatu "kadut bagor" (karung) bertulisakn PUSRI coba ditata kembali keatas onthel.

Suatu siang di Kauman Ngroto, hari itu cuaca terasa gerah, sengatan matahari seakan menembus pori-pori kulit, rumah tempatku ngiyup semakin terasa menyempit, sumpek, sumuk, panas ono kabeh. Hasrat untuk mencari suasana yang lebih baik akhirnya membawaku ke sebuah tempat di pinggir desa. "Langgar Kalikulon", begitu kami di Ngroto menyebutkan nama sebuah bangunan sekitar 3x4 meter berbentuk rumah panggung, terdapat dipinggir sungai irigasi yang bermuara di Kali Tuntang, dan sering digunakan oleh masyarakat untuk melakukan sholat & sekedar beristirahat melepas lelah setelah sehariaan bergelut dengan lumpur sawah.
Sesampai di Langgar Kalikulon, nuansa sejuk, isis, ayem, seger langsung terasa menerpa tubuh. Hamparan padi yang menguning di sebelah barat, suara gemricik air yang melewati pintu air di selatan, rimbunan bermacam pepohonan yang tumbuh di timur & utara, teriakan riang anak-anak kecil yang sedang "Jor-joran, bluron" di Kali depan Langgar, serta tiupan semilir angin yang perlahan mulai merubah gaya klasik sisiran rambutku, semakin membuatku terhanyut dalam bermacam lamunan tentang keasrian & keunikan Desa Ngroto.

Suara sepeda onthel yang ambruk kembali menyadarkanku. Terlihat kenyataan didepan mata, hamparan puluhan hektar tanaman padi yang sudah memasuki masa panen membuatku tertegun kembali. Disela rerimbunan tanaman padi & panasnya terik matahari, puluhan orang tetap asyik "ngarit, ngedos, nggepyak, tetek". Beberapa diantara mereka ada yang tampak mulai sibuk memasukkan butiran - butiran padi basah kedalam "kadut" untuk diangkat ke pinggir jalan, ada yang bersusah payah "manggul kadut" melewati "galengan" yang "mathol", dan ada yang sedang sibuk menata tumpukan kadut untuk dinaikkan ke onthel mereka.
Semangat kerja keras & pantang mengeluh tampak nyata dalam raut - raut wajah yang mulai keriput menua.

Next....

Pernyataan FUIB tentang kerusuhan di Temanggung

Selasa 8 Februari 2011, Kota Temanggung mendadak menjadi heboh karena adanya kerusuhan berlatar belakang penistaan agama, dibawah ini adalah pernyataan resmi dari FUIB Temanggung.
Semoga diwilayah Grobogan dan sekitar tidak terjadi lagi peristiwa seperti itu.
-------------------------------------------------------------------

Pernyataan Forum Umat Islam Bersatu Temanggung tentang kerusuhan di Temanggung

Forum Umat Islam Bersatu Temanggung atau FUIB Temanggung membuat Buku Putih kronologi Kerusuhan di Temanggung, untuk meluruskan issu yang sebenarnya :

: http://kabarjinggan.blogspot.com/


MUKADIMAH

Sehubungan dengan terjadinya peristiwa kerusuhan berlatar belakang penistaan agama di Temanggung pada hari Selasa, 8 Pebruari 2011, muncullah pemberitaan di media baik elektronik maupun surat kabar yang tidak seimbang.

Dalam hal ini, umat Islam sangat dirugikan karena pemberitaan tersebut menempatkan umat Islam sebagai pelaku atas semua kerusuhan yang terjadi. Sehingga umat Islam Temanggung yang faktanya adalah sebagai KORBAN penistaan agama, justru menjadi pihak yang TERTUDUH.

Atas dasar kenyataan tersebut, perlu dibuat upaya pelurusan berita dengan data-data yang akurat dan obyektif baik di lapangan, maupun melalui saksi-saksi yang secara langsung melihat dan mengalami peristiwa tersebut.

Maka perlu dilahirkan sebuah BUKU PUTIH untuk mengakomodasi data-data itu semua, demi menjaga ketertiban dan keamanan, khususnya di Temanggung dan sekitarnya, serta umumnya di seluruh wilayah NKRI


Kronologi



  • Pada tanggal 23 Oktober 2010, Antonius Richmond Bawengan yang merupakan warga Duren Sawit, Jakarta Timur, diketahui tertangkap tangan menyebarkan selebaran yang berisi penistaan agama. Salah satu selebaran itu diletakkan di depan rumah warga dusun Kenalan desa Kranggan, Kec. Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah, yang bernama H. Bambang Suryoko.
  • Warga yang mengetahui perbuatan Richmond, bersama pengurus RT yang bernama Bp. Fatchurrozi (Fauzi), yang juga anggota Polsek Kaloran, langsung melaporkannya ke Polsek Kranggan, kemudian dilimpahkan ke Polres Temanggung.
  • Pada tanggal 21 November 2010, oleh Kejaksaan Negeri Temanggung, berkas pemeriksanaan sudah dinyatakan P21 (lengkap).
  • Sidang pertama digelar pada tanggal 13 Januari 2011, dengan agenda pembacan dakwaan.
  • Sidang kedua digelar pada tanggal 20 Januari 2011, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.
  • Sidang ketiga digelar pada tanggal 27 Januari 2011, dengan agenda pemeriksaan dua orang saksi dan seorang saksi ahli.
  • Sidang keempat digelar pada tanggal 8 Februari 2011, dengan agenda pembacaan tuntutan.
  • Pada sidang ke empat, setiap pengunjung sidang yang masuk ke area Pengadilan Negeri Temanggung diperiksa oleh petugas, untuk memastikan tidak adanya benda-benda terlarang yang mereka bawa ke area tersebut.
  • Setelah pembacaan tuntutan, massa mulai gelisah, hakim meninggalkan ruangan tanpa sepatah kata pun, dan tersangka diamankan oleh aparat. Hal itu mengakibatkan suasana menjadi lebih gelisah dan massa menjadi tidak terkendali.
  • Kemudian beberapa tokoh ulama berusaha menenangkan pengunjung sidang. Di antara tokoh tersebut adalah: KH. Syihabuddin (Pengasuh Ponpes di Wonoboyo) dan KH. Rofi’i (Pengasuh Ponpes di Kemuning).
  • Setelah sekitar 30 menit kemudian sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan vonis, tanpa pledoi terlebih dahulu. Hakim memutuskan hukuman 5 (lima) tahun penjara, sesuai dengan tuntutan jaksa.
  • Dalam suasana ketegangan tersebut, beberapa orang melarang penggunaan kamera, baik yang dibawa wartawan maupun warga, sehingga massa pun terprovokasi menjadi lebih emosional. Apalagi sidang sebelumnya ada insiden pemukulan terhadap seorang pengunjung yang dilakukan oleh seorang polisi bernama Kurniawan.
  • Ada provokasi sekelompok orang yang memecah kaca di PN Temanggung. Suasana pun semakin ricuh. Aksi pecah kaca pun kemudian berlanjut, dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal, diikuti oleh pembakaran ban di tiga titik di lingkungan PN. Tidak diketahui dari mana ban tersebut masuk. Padahal, sebelum masuk halaman pintu gerbang timur PN (hanya satu pintu gerbang yang dibuka), setiap pengunjung sudah diperiksa dengan seksama oleh petugas menggunakan metal detector.
  • Di depan tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari para Ustadz dan Kyai yang sedang melihat jalannya sidang, dilemparkan gas air mata, diikuti oleh suara tembakan. Menurut saksi mata, tidak ada tembakan peringatan terlebih dahulu .
  • Korban yang berhasil diketahui sampai saat ini ada 9 orang, dilarikan di Rumah Sakit. Empat orang di antaranya yang masih dalam perawatan adalah:
  1. Sholahuddin, 40 th, putra pengasuh Ponpes Al-Munawar, Kertosari, Temanggung, luka tembak di kepala, dengan enam jahitan.
  2. Roy Hanif, 15 th, asal Gandurejo, Ngablak, Magelang. Luka tembak di kepala dan pelipis kiri. Bahu sebelah kiri berubah bentuk, dicurigai patah tulang.
  3. Madyo, 48 th, asal Braol, Campursari, Ngadirejo, Temanggung. Korban dilempar batu dari jarak dekat oleh personal Brimob di Taman Kartini, depan Stadion Bumi Phala, sekitar 300 m dari PN. Mengalami patah tulang di kaki sebelah kanan dan harus dioperasi.
  4. Suparman, 28 th, luka 3 cm di daera h mata kiri.
  • Semua korban tersebut berobat atas biaya sendiri.
  • Kegelisahan massa semakin menjadi-jadi ketika putra pengasuh Pondok Al-Munawwar Kertosari tersebut, jatuh terkena tembakan, dan diisukan sampai meninggal dunia.
  • Pengunjung sidang dikejar-kejar polisi. Selain mengejar pengunjung, beberapa polisi juga merusak puluhan sepeda motor pengunjung yang diparkir di seberang PN.
  • Sebagian pengurus FUIB berlindung masuk ke Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah, dan menutup gerbang PAY untuk mengantisipasi masuknya orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
  • Namun, polisi masih tetap mengejar mereka. Di depan pintu gerbang PAY, polisi mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. “Neng kene celeng… asu.. PKI kabeh. Saya bunuh!” Polisi melemparkan gas air mata tiga kali ke halaman PAY.
  • Setelah terjadi dinegoisasi antara pimpinan massa dan polisi, akhirnya pemilik motor diperbolehkan mengambil motor. Namun mereka terlebih dahulu dipukuli dan diambil gambar motor dan pemiliknya. Saat itu, Polisi juga bertakbir dan berkata, “Polisi juga Islam.” Takbir dilafalkan secara cengengesan sambil memukul massa yang kelihatan mempunyai jenggot.
  • Sekelompok orang tidak dikenal di depan BPR Surya Yudha mengajak massa untuk melanjutkan aksi ke Parakan, dan membakar gereja. Provokator serupa juga ada di sebelah barat. Sambil mengatakan, “Munafik!” ke orang-orang yang tidak mau mengikutinya, mereka terus mengajak massa untuk membakar gereja. Massa diam, tidak bergerak mengikuti mereka. Lalu, beberapa saat pembakaran beberapa gereja benar-benar terjadi. Tidak diketahui siapa kelompok yang membakar gereja tersebut.
  • Beberapa saksi melihat di dalam gereja sudah ada orang yang ikut memprovokasi massa untuk merusak gereja dengan memulai pelemparan. Ketika ditanya identitasnya, orang-orang tersebut tetap tidak menunjukkan. Bahkan mereka langsung lari menghilang.
  • Saksi lain melihat ada orang bercadar sudah berada di dalam gereja Pantekosta. Setelah gereja terbakar orang itu berlari keluar sambil mencopot cadarnya dan bergabung dengan massa penonton.
  • Berdasarkan pantuan saksi di lapangan, beberapa orang tak dikenal mengajak masa untuk membakar gereja. Anehnya, gaya bicara orang tersebut menggunakan dialek luar Jawa.
  • Hal serupa juga terjadi ketika ada isu Sholahuddin, korban putra pengasuh PP. Al-Munawaar, meninggal dunia. Ajakan provokasi itu disampaikan secara sporadis, singkat, habis itu orang tersebut menghilang.
KESIMPULAN

  • Adanya kesengajaan untuk memantik kemarahan massa dengan pelemparan gas air mata di depan para ustadz dan kyai.
  • Kerusuhan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada kelompok tertentu yang memang merencanakannya.
  • Setiap pengunjung yang masuk ke halaman Pengadilan Negeri Temanggung harus diperiksa dengan ketat oleh petugas Polri. Sehingga sangat aneh ketika terjadi pembakaran ban di halaman Pengadilan Negeri Temanggung. Siapa yang melakukannya? Siapa yang meloloskannya, sehingga ban yang ukurannya sangat besar bisa masuk?
  • Salah satu pemicu kemarahan massa adalah ketidakadilan hukum dalam penanganan kasus ini.
  • Apa yang telah dikerjakan oleh Antonius Richmond Bawengan adalah perbuatan yang sangat berbahaya, sangat potensial untuk memecah sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, bahkan bisa menyebabkan disintegrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Dan Antonius Richmond Bawengan terbukti memperlihatkan militansinya dan sangat terlatih untuk melakukan penistaan agama semacam ini. Penampilannya sangat tenang, SAMA SEKALI TIDAK MERASA BERSALAH, dan dengan percaya diri menolak untuk didampingi pengacara. Bahkan, informasi sementara yang dihimpun, ada indikasi kuat bahwa Antonius juga melakukan aksi serupa di Poso yang memicu kerusuhan Poso, sebelum di Temanggung.
  • Namun Polri hanya mau menyelidiki apa yang telah dikerjakan oleh Antonius Richmond Bawengan di Temanggung saja, tanpa mau menyelidiki latar belakangnya, latar belakang pendidikannya, organisasi yang memback-upnya, siapa pendukung dananya, siapa aktor intelektual yang ada di baliknya. Padahal, FUIB sangat yakin polisi punya kemampuan untuk mengungkap semuanya. Sikap polisi semacam ini akan memicu kelompok Antonius untuk berbuat serupa di tempat lain.
  • Ada proses peradilan yang dilanggar, sehingga berpotensi untuk menjadikan terdakwa terbebas dari semua dakwaan, ketika dilakukan peninjauan kembali (PK) di MA. Pelanggaran tersebut adalah:
  1. Tidak adanya pengacara yang mendampingi terdakwa, padahal ancaman hukumannya 5 (lima) tahun. Apakah ini kelalaian, atau kesengajaan yang dilakukan oleh majelis hakim PN Temanggung dalam upaya untuk membebaskan Antonius Richmond Bawengan melalui PK-nya nanti?
  2. Sidang pembacaan tuntutan oleh jaksa itu tidak jelas statusnya, karena hakim meninggalkan ruang sidang begitu saja, tanpa ada sepatah kata pun.
  • Konsentrasi polisi saat kerusuhan terjadi ada di sebelah timur gedung Pengadilan Negeri Temanggung. Sementara di sebelah barat, jalur ke arah kota, sepi dari polisi. Ketika masa panik, otomatis mengarah ke arah kota. Keganjilan ini memicu pertanyaan, apakah konsentrasi massa sengaja diarahkan ke kota? Untuk apa?
SERUAN

FUIB mendesak kepada Kapolri untuk mencopot Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Temanggung karena tidak bisa menjalankan deteksi dini, tidak mampu mengantisipasi kerusuhan, tidak bisa melakukan pembinaan kepada anggotanya, sehingga Polri yang seharusnya bisa mencegah terjadinya kerusuhan, tapi justru menjadi salah satu penyebab utama massa menjadi beringas dan tidak terkendali.


FUIB menuntut aparat keamanan untuk mengusut tuntas kelompok dan aktor intelektual di belakang Antonius. Sebab, keresahan massa dan provokasi yang memantik kerusuhan di Temanggung 8 Februari 2011, semuanya bermula dari kasus Antonius. Bila kelompok dan aktor intelektual ini tidak disentuh, sangat patut kuat diduga mereka akan melanjutkan aksi ke daerah-daerah lain.

FUIB membentuk sebuah tim advokasi yang diberi nama TANGKIS (Tim Advokasi dan Perlindungan Korban Penistaan Terhadap Islam), dan mengajak seluruh ahli hukum dan advokat untuk bergabung dalam tim ini.

Mendesak kepada DPRD Temanggung dan atau Bupati Temanggung untuk membentuk Tim Investigasi Independen untuk menuntaskan kasus ini.

Temanggung, 9 Februari 2011
H. Taufan Sugianto, S.Pd.
Sekretaris
F U I B

FORUM UMAT ISLAM BERSATUJl. MT. Haryono 50 Temanggung

Wednesday, February 2, 2011

Tradisi Saparan Ngroto

Seminggu terakhir di bulan ini, ada yang sedikit berbeda dengan hari-hari biasanya. Ketika kita memasuki rumah warga Ngroto, akan ada sedikit kejutan di meja makan mereka. Piring, mankok, panci serta tempat makan yang lain akan dipenuhi dengan "Jenang Cethil". Makanan tradisional yang bahan dasar pembuatannya terbuat tepung & gula merah ini menjadi salah satu menu wajib tambahan. Selain untuk dimakan sendiri beserta seluruh keluarga, Jenang Cethil yang dibuat juga akan dibagi-bagikan ke sanak saudara & tetangga sekitar. Ada sebagian yang berpendapat, Bulan Sapar terasa kurang bermakna kalau tidak ada "Selametan Jenang Cethil".

Selain membuat & membagikan Jenang Cethil, ada tradisi unik lain yang biasa dilakukan oleh warga Ngroto di bulan Sapar. Pada hari rabu yang jatuh diakhir bulan Sapar, biasanya warga akan melakukan ritual mandi keramas yang didahului dengan niat mandi taubat & mandi tolak balak. Pada jaman dulu, ritual mandi keramas biasanya dilakukan secara bersama-sama di Sendang, Blumbang, Kedung Kali(Tuntang), Sumur, bahkan di Kolah(bak wudhu besar) Masjid Ngroto. Tua, muda, anak-anak berkumpul menjadi satu di tempat yang mereka anggap lebih nyaman & mberkahi. Tentu saja antara laki - laki dan perempuan dibedakan tempat serta waktunya (bergilir).
Setelah mandi keramas selesai, ritual berikutnya adalah memotong kuku & rambut. Dalam memotong kuku ada aturan main tersendiri yaitu dengan cara memotong kuku jempol ketemu jempol yang lain. Sedangkan untuk rambut yang dipotong adalah pucuk dari masing - masing bagian rambut kepala, termasuk bagian "athi - athi" (depan telinga) disebelah kanan & kiri.
Rangkaian ritual diatas yang oleh masyarakat dinamakan ritual "Rebo Wekasan" diakhiri dengan melakukan sholat sunnah 4 rokaat plus amalan lain yang dilakukan secara bersama-sama di "Langgar" terdekat.

Beberapa daerah Indonesia yang lain mungkin mempunyai tradisi yang berbeda - beda dalam menyambut bulan Sapar. Sebagai contoh, misalnya di Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta ada Tradisi Saparan Bekakak, di Kompleks Wisata Umbul Pengging, Banyudono, Boyolali, dan di Kecamatan Jatinom, Klaten Jawa Tengah, ada Upacara Tradisi Saparan Sebar Kue Apem, sedangkan di Cirebon ada Tradisi Saparan: Ngapem, Ngirab & Rebo Wekasan. Masing - masing daerah mempunyai keunikan & kekhasan sendiri.
Yang bisa diambil pelajaran dari tradisi Saparan diberbagai daerah, khusunya Ngroto, adalah bagaimana sikap guyubrukun, kebersamaan yang dilandasi dengan kepekaan sosial, kehati-hatian bertindak, dan ketaatan serta kepasrahan kepada Alloh Yang Maha Kuasa, ternyata masih melekat erat di sebagian masyarakat kita dan sedikit banyak bisa menahan gempuran era modern yang disusupi dengan maraknya pemujaan kepada diri sendiri, mementingkan individu, dan semakin melupakan Tuhan Sang Pencipta.


Bedug Masjid Jami' Sirojuddin Ngroto



Bedug Masjid Jami' Sirojuddin Ngroto

Benda berbentuk bulat lonjong dengan kedua sisi yang dilapisi dengan Kulit Kerbau/Sapi/Kambing ini terletak di pojok depan sebelah kanan & kiri bangunan Masjid Kuno/Asli.
Biasanya bedug ini dibunyikan dengan bermacam Variasi pukulan yang khas sebagai pertanda datangnnya waktu sholat sesaat sebelum Adzan berkumandang.
Selain itu,di Ngroto ada waktu2 unik untuk membunyikan bedug ini.
" Jidur "
- Membunyikan bedug ketika akan memasuki Bulan Romadhon/Syawal,biasanya satu hari sebelum Puasa/Lebaran.
untuk pertanda tengah malam di Bulan Romadhon biasanya bedug akan ditabuh terus menerus antara setengah sampai satu jam sebelum jam menunjukkan pukul oo.00 waktu istiwa'.
- Membunyikan bedug ketika akan memasuki waktu tepat tengah hari/malam.
Biasanya tepat pukul 12.00 waktu Istiwa' bedug ditabuh untuk pertanda tengah hari & pukul 00.00 waktu istiwa' untuk tengah malam.
- Membunyikan bedug sebagai pertanda akan dimulainya ritual pembacaan do'a " Sedekahan " di tanggal 12 Mulud & 27 Rajab ( Tradisi Muludan/Rejeban)
- Membunyikan bedug sesaat sebelum/setelah dilaksanakannya Sholat I'dul Fitri & I'dul Adha
- dll

Diriwayatkan dalam cerita tutur masyarakat Ngroto,pada zaman para wali suara dentuman irama bedug yang ditabuh di Masjid Ngroto bisa terdengar sampai kerajaan Kesultanan Demak Bintoro(+/- 30an Km)
Dua puluh tahunan yang lalu penulis sendiri pernah mendengar suara bedug khas Ngroto ini dari jarak sekitar 5-7 km (Tanggul Gubug - Pilang Wetan),
mungkin karena Masjid Ngroto yang terletak dipinggir sungai Tuntang & belum begitu banyak polusi mengakibatkan pantulan suara bisa jelas terdengar dari jarak yang lumayan jauh,,,Wallahu a'lam...

Petilasan Batursigit Ngroto

Setelah rakit yang rusak selesai diperbaiki, perjalanan dilanjutkan lagi. Tetapi ketika sampai di suatu pedukuhan (sekarang daerah Ngroto-Gubug), ada salah satu rakit tersangkut pohon di pinggir sungai. Karena tali pengikat rakit putus, rombongan berhenti untuk mengikatnya.
Ketika para santri sedang mengikat rakit, tiba-tiba terdengar suara adzan magrib dari arah dukuh di dekatnya. Para santri bergegas menuju dukuh itu, untuk melaksanakan sholat. Ketika bertanya pada penduduk, dijawab bahwa di daerah itu tidak ada surau. Akhirnya para santri melaksanakan sholat pada sebidang tanah datar, yang terletak di pinggir sungai. Demikian juga waktu Imsya, suara adzan terdengar kembali. Mereka berusaha mengamati arah datangnya suara adzan itu. Menurut mereka datangnya suara adzan dari arah Barat Laut, searah dengan kraton Glagahwangi.
Konon cerita di tempat itu, rombongan bermufakat akan mendirikan masjid. Mereka akan mendirikan masjid itu, hanya dalam waktu semalam. Malam itu bulan bersinar sangat terang, sehingga sinarnya dapat membantu para santri dalam bekerja. Secara beramai-ramai mereka mendirikan tiang-tiang calon masjid, kadang diselingi pula oleh bunyi palu dan gergaji memotong kayu.
Ternyata suara ramai mereka membangunkan penduduk pedukuhan itu. Karena bulan bersinar terang, penduduk mengira sudah pagi. Perawan desa bergegas mengambil padi dari lumbung, untuk ditumbuk menjadi beras. Sebentar kemudian terdengar ramai, suara antan beradu dengan lesung.
Bunyi orang menumbuk padi itu, telah membangunkan ayam milik penduduk pedukuhan. Binatang itu berlari ke tempat orang yang sedang menumbuk padi, untuk mencari ceceran gabah di sekitarnya. Semakin ramailah ditempat itu oleh adanya suara ayam mengais gabah, yang kadang diselingi suara kokok ayam jantan bersahut-sahutan. Terkejutlah para santri mendengar suara kokok ayam, dan mereka mengira hari sudah pagi. Lemaslah tubuh mereka semua, karena upaya mendirikan masjid dalam semalam telah gagal. Sambil menggerutu mereka membongkar masjid yang hampir jadi, dan diusung ke pinggir sungai untuk diikat menjadi rakit.
Ketika para santri sedang membongkar bangunan masjid, ternyata bulan masih bersinar tinggi di atas. Barulah mereka semua sadar, bahwa saat itu masih tengah malam. Mereka mencari arah datangnya suara kokok ayam, yang ternyata dari tempat para perawan yang menumbuk padi. Karena badan lelah kurang tidur, ada seorang santri mengeluarkan umpatan kepada para perawan desa itu. Konon dalam umpatannya mengatakan, sampai besok di dukuh itu akan selalu ada perawan tidak laku kawin. Menurut cerita masyarakat desa Ngroto sekarang, umpatan itu ternyata menjadi kenyataan. Konon sejak dulu hingga sekarang, di desa Ngroto selalu ada perawan desa tidak laku kawin. Apakah hal itu disebabkan umpatan santri zaman dulu, wa llahu a’lam bish shawab.


Bekas tempat akan didirikannya masjid tersebut, oleh penduduk pedukuhan diberinya nama ”Batur Sigit ”, (batur artinya tanah yang tinggi, sedangkan sigit artinya masjid). Karena tanah itu sampai sekarang terkenal wingit, sehingga masyarakat desa Ngroto tidak ada yang berani menggunakannya sebagai ladang atau tempat tinggal.


Sourch:

Tuesday, February 1, 2011

Majlis Pitulasan Al-Khidmah Ngroto (video)


Acara rutin setiap tanggal 17 qomariyah. Bertempat di Musholla Ponpes Miftakhul Huda Ngroto, Gubug, Grobogan yang diasuh oleh Romo K.H Munir Abdullah, terletak disebelah utara kompleks makam Simbah Abdurrahman Ganjur Godo Mustoko. Kunjungi kami di: http://www.facebook.com/pages/NGROTO-GUBUG-GROBOGAN/123455057678898

Video Kompilasi

Beberapa dokumentasi video yang bisa dilihat juga di SINI.